LFD oh LFD…

Udah lama banget pengen cerita mengenai nasib menjadi asisten praktikum Laboratorium Fisika Dasar a.k.a LFD. Berhubung kemaren-kemaren sibuk betul jadi panitia wisuda Oktober maka alokasi waktu untuk ngeblog jadi berkurang, dan semangat untuk ngeblog jadi menurun. Tapi mumpung lagi dibikin semangat ya sudahlah… bantai aja gw tulis.

Kisah awalnya gw menjadi asisten LFD adalah karena semata-mata karena uang ingin menambah wawasan dan teman (normatif banget). Selain itu biar gampang dapat rekomendasi dari Prodi Fisika (salah satu persyaratannya adalah pernah atau sedang menjadi asisten) dan tentu saja dapat honor :mrgreen: :p :)) ya selalu ujung-ujungnya duit. Tapi gw ga makan gaji buta lho.. Gw sudah mengikuti semacam training untuk menjadi korps asisten LFD. Trainingnya sendiri adalah kita melakukan 4 praktikum sehingga pada waktunya kita akan mahir melakukan praktikum saat menjadi asisten kelak.

Modul yang seharusnya menjadi keahlian gw adalah modul 1 (wajib yeuh…) yaitu mengenai ketidakpastian pengukuran, modul 2 tentang pegas dan bandul, modul 6 yaitu pesawat atwood, dan modul 9 tentang kalorimeter. Tapi terus terang sampai saat ini gw baru megang 3 modul aja, soalnya yang pesawat atwood belum kebagian jatah ngasistenin.

Dengan pertimbangan kuliah yang aga kosong di hari Rabu pagi, makanya gw memilih untuk jadi asisten di Rabu pagi. Ternyata pilihan gw ga keliru. Rabu pagi yang praktikum adalah anak TPB SF dan STEI. Cihuy lumayan di SF sedikit ada ‘pemandangan’ soalnya di Fisika aga ‘gersang’ (huss.. astagfirullah.. :malu:  :)) ). Keuntungan Rabu pagi selain karena ada anak SF yang memang identik dengan ‘School of female’ alih-alih Sekolah Farmasi yang biasanya bikin laporannya rapih banget jadi enak dibacanya ada juga anak STEI yang walaupun ‘gersang’ tapi daya serapnya cukup tinggi dan hasil praktikumnya cukup baik.

Pengalaman pertama gw adalah menangani anak SF kelompok F yang ternyata semuanya adalah wanita. Jujur gw aga grogi juga, selain karena audiensnya cewe semua tapi karena pengalaman pertama, sangat memalukan kalau sampai salah mempraktekan atau ngejelasin, bisa-bisa menjadi asisten yang sesat dan menyesatkan. Praktikumnya simpel banget cuma ngukur-ngukur doang, tapi entah kenapa banyak banget yang kaga beres. Tampaknya mereka belum terbiasa dengan paraktikum Fi Das yang laporan harus dikumpulkan pada saat itu juga. Dan masih banyak banget praktikan yang salah membuat format laporan :depil: . Bisa dibilang anaknya baik-baik ga ada yang tengil (maklum masih TPB, hehehe…) dan kebetulan anak SF yang lebih alim dan sopan-sopan :))  :oo:  .

Minggu kedua giliran gw nanganin anak TPB STEI. Terasa perbedaannya mulai dari komposisinya yang berbanding sangat terbalik dengan SF. Kelompoknya sama F juga tetapi cowonya lebih banyak daripada cewenya. Pekerjaan mereka bisa dibilang lebih bagus dari anak SF yang minggu sebelumnya tetapi sayang tes awalnya banyak yg jelek-jelek, ga tau karena gw yang ngasih soal yang kelewat susah atau merekanya yang ga belajar dengan baik. Tapi kerjaan mereka lebih cepat beres sayangnya tulisanya ga serapih anak SF. Ya masing-masing memang ada kelemahan dan kelebihannya. Read the rest of this entry »

Catatan Wisuda Oktober 2009

21 Agustus 2009
Terjadilah hearing calon ketua wisuda HIMAFI Oktober 2009. Hearing ini merupakan hearing yang kedua karena pada hearing sebelumnya batal diadakan karena saat itu kuorum yang ditargetkan tidak tercapai. Aneh juga sih saat itu pake acara kuorum2an segala, mengingat yang hadir hanya massa himpunan HIMAFI angkatan 2008 saja. Awalnya ada lebih dari dua calon ketua wisuda Oktober ‘09, tetapi karena alasan akademis dan kesibukan di tempat lain maka tinggallah calonnya hanya dua, dan salah satunya adalah gw.

Alasan gw ‘mau‘ maju saat itu adalah setelah dilihat analisis dan kondisi saat itu, gw sangat memungkinkan untuk maju. Ga jelas banget sih.. Saat itu baru saja angkatan 2008 dilantik jadi anggota biasa HIMAFI, dan salah satu janji gw adalah mau berkontribusi dan saat itu gw rasa momennya cukup tepat. Kedua, kondisi angkatan 2008 mulai dari masa-masa PERMESTA atau kaderisasi yang belum solid, dan gw merasa bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah ini. Ketiga, gw ga ngulang sama sekali mata kuliah TPB, sebaliknya hampir semua calon yang bakal maju jadi ketua ngulang TPB. Mungkin agak bodoh dengan mengkorbankan diri sendiri… :00:

Visi dan Misi yang gw usung saat itu adalah

Visi :
Menjadikan acara wisudaan sebagai acara terakhir yang berkesan di hati wisudawan dengan mewujudkan suatu acara kekeluargaan bagi semua massa himpunan.

Misi :
- Menyenangkan hati para wisudawan
- Menyatukan seluruh angkatan di HIMAFI terutama angkatan 2008

Dan… setelah melalui proses hearing dan tampaknya keputusan diambil melalui voting, diputuskanlah oleh mass HIMAFI ‘08, Pribadi Mumpuni Adhi, 10208069 sebagai ketua wisuda Oktober 2009. Read the rest of this entry »

Sulitnya Cari Makan

Minggu, 27 September 2009

Jalan-jalan di kota Bandung masih belum menunjukkan gejala kemacetan menurut pandangan mata di daerah Soekarno-Hatta. Tetapi tidak dengan jalan Taman Sari, ternyata banyak sekali warga Bandung yang memanfaatkan momen liburan dengan berkunjung ke Bonbin yang seringkali dihindari oleh anak TPB ITB :mrgreen: . Tampaknya akan terjadi paceklik nih di daerah kosan :~ .

Saat sudah mulai tiba waktu santap siang ternyata kekhawatiran itu terbukti. Di Cisitu yang biasanya jadi surga makanan justru saat itu terlihat sepi. Warung-warung belum menunjukkan tanda-tanda akan memulai aktivitasnya. Wah gawat euy.. rencana yang tadinya ingin makan dulu terpaksa diubah. Sepeda pun langsung berubah halauan ke arah ITB. Beruntung masih ada warung yang buka di daerah belakang ITB. Tapi ternyata keberuntungan itu menjadi sia-sia, karena menurut si empu warungnya, nasinya belum jadi… :9

Hmm.. rencana mencari makan dialihkan ke daerah depan ITB, kantin Salman kini menjadi target inceran. Namun sayang, entah karena liatnya ga bener atau emang tutup, gw akhirnya ga jadi makan di salman. Selain salman masih ada tempat makan lain di daerah situ, apalagi kalau bukan gelap nyawang. Tapi niat makan di ganyang pun langsung surut, bukan karena tempat makan sangat penuh tetapi justru sedikit sekali pilihan tempat makannya dan kondisi ganyang yang sangat semrawut banyak kuda ngetem yang tak lupa untuk membuang kotoran di dekat situ. :|  nafsu makan pun kontan langsung pergi.

Tempat perburuan kali ini mulai bergeser ke selatan. Setelah sukses beli kertas di pasar Balubur kini tinggal nyari buku di dunia baru. Perjalanan ke sana pun agak tersendat. Padat merayap susah nyusul! Sial, ternyata dunia baru ga buka di hari minggu.  Apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur kacang hijau, gw sudah terdampar di deket gedung Anex jalan Taman Sari. Daripada makan di WS (Warung Steak) yang aga mahal, gw memilih untuk nyari makan yang lebih murah. Alhamdulillah, dapet juga warung yang jual pecel lele. Wah ternyata perjuangan sampe ke Anex ga sia-sia juga, gw bisa dikatakan dapat portugal alias porsi tukang galian. Hal itu terbukti dengan gw ga bernafsu untuk pergi makan malam (padahal mah gara-gara ketiduran terus udah keburu tengah malam :8 :mrgreen: ).

Read the rest of this entry »

Antara Facebook dan SMS

Alhamdulillah hari Idul Fitri telah tiba. Setelah sebelumnya melalui sidang Isbat di Jakarta tanggal 19 September 2009 kira-kira pukul 19.00 (pas banget ketika gw nyetel TV di rumah) Menteri Agama Republik Indonesia memutuskan bahwa hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Minggu 20 September 2009. Hal ini berdasarkan pengamatan di 55 titik yang konon hilal sudah terlihat dan sudah mencapai 5 derajat lebih.

Salah satu kebiasaan (atau keharusan ya..?) di hari nan fitri ini adalah saling meminta dan memberikan maaf. Kalau kata pertamina sih mulai dari nol (lagi). Yang benernya mungkin seperti bayi yang baru lahir ke dunia masih suci dari segala macam dosa. Nah metode meminta maafnya pun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi pun mulai bervariasi. Tapi menurut gw sih yang paling baik adalah bertemu langsung, kalau memang ga bisa sih lebih baik berbicara langsung via telepon.

Yang menjadi sorotan gw sih adalah metode yang cukup baru dengan meminta maaf lewat Facebook.  Mungkin ini adalah suatu metode yang gw hindari (untuk saat ini). Kalau lewat chat-nya FB sih gw masih rada memaklumi tapi kali ini banyak orang yang hanya membuat suatu gambar lalu men-tag temen-temennya yang ada di FB. Suatu cara pemalas menurut gw sih. Read the rest of this entry »

The Damn United [2009]

User Rating
8.0/10 845 votes

Director
Tom Hooper
Writers
Peter Morgan (screenplay)
David Peace (novel)
Release Date
27 March 2009 (UK)
Genre
Drama | Sport
Tagline
“They love me for what I’m not… …they hate me for what I am.”
Plot
A look at Brian Clough’s 44-day reign as the coach of Leeds United.

Read the rest of this entry »

Cantiknya Hari Ini

Lagi iseng-iseng aja nulis di tengah kesibukan kuliah (hahaha… sok sibuk biasa :mrgreen: ). Kebetulan hari ini bertanggal 9 September 2009, apabila ditulis dengan format DDMMYY akan menjadi 090909. Kalau gw pribadi sih memandang itu sebagai seusatu yang lucu aja. Terutama kalau gw punya jam digital, pasti ada perasaan ingin melihat saat tanggal 090909 jam 09 lebih 09 menit dan 09 detik, pasti lebih keren lagi tuh.

Tapi entah mengapa banyak banget orang yang masih percaya bahwa bakalan terjadi bencana pada tanggal 090909 pukul 090909, nah lho! :)) Apabila menengok ke sepuluh tahun lalu, gw masih inget banget bahwa pada tanggal 9 September 1999 akan terjadi kiamat pada pukul 09.09.09… dan eng-ing-eng gunung-gunung masih menancam kokoh, bumi masih berputar, dan bintang-bintang masih tetap bersinar. Pada tahun tersebut banyak orang yang khawatir dan mengadakan doa bersama, berkumpul bersama untuk menikmati saat-saat terakhir dalam kehidupan. Alhamdulillah gw bukan termasuk dalam golongan orang-orang seperti itu yang menurut gw masih belum paham dan perlu untuk diberi pemahaman.

Menurut pendapat gw, berdoa itu harus dilakukan kapan saja, dalam kondisi bagaimanapun, baik di kala susah ataupun senang. Ga perlu nunggu-nunggu momen pas mau “katanya kiamat” segala :depil: . Dan sesungguhnya kita ga akan pernah tau kapan kita akan menjumpai kematian so, perbanyaklah amal dari sekarang ga usah nunggu-nunggu mau kena bencana segala.

Bila kita lihat seminggu yang lalu, kira-kira pukul 14.55 saat bumi digoncangkan sedikit, saat itu banyak orang yang panik karena mengira akan terjadi kiamat. Saat kejadian berlangsung, gw baru saja selesai kuliah Teori Relativitas Khusus di gedung Oktagon ITB. Gw saat itu masih berada di lantai 2 gedung tersebut. Entah mengapa gw hanya merasakan sedikit getaran saja, tapi ketika gw keluar gedung oktagon, ratusan massa sudah menumpuk di luar menyelamatkan diri. Tak jauh dari sana tiang listrik pun berosilasi, bahkan gw sangat yakin bahwa gedung tertinggi di ITB juga turut berosilasi setalah gempa terjadi.

Ini baru gempa bumi saja, yang bisa dibilang kecil sekali bila dibandingkan dengan kiamat nanti walaupun dampaknya di beberapa daerah di Jawa Barat sangat besar. Nah dampaknya adalah banyak orang yang menjadi paranoid alias mudah sekali diberi gossip-gossip mengenai bencana. Mungkin bila tersiar kabar dari burung bahwa hari ini akan terjadi bencana lagi, pasti ga sedikit orang yang percaya. Nah masalahnya adalah disinilah pembelajaran kita sebagai manusia. Ilmu kita sangat terbatas, kita tidak bisa memprediksi bahkan kematian kita sekalipun.

Menurut salah satu dosen saya, di Jepang saja untuk mendeteksi gempa di suatu daerah baru bisa dideteksi 3 menit sebelumnya. Jadi janganlah percaya ramalan-ramalan dukun yang menyatakan bahwa akan terjadi gempa atau bencana pada tanggal-tanggal tertentu. Manusia hanya bisa meprediksi (bukan meramal) tapi sekali lagi Allah-lah yang menentukannya apakah terjadi atau tidak.

Pembelajaran yang harus didapatkan dari tulisan ini intinya ada dua poin penting.

  1. Ga ada yang namanya tanggal-tanggal sial, atau hari sial, atau hari pembawa keberuntungan. Jangan mudah percaya takhayul atau sejenisnya. Bahaya bisa menjurus ke sirik atau menyekutukan Allah.
  2. Manusia tidak pernah tahu kapan akan terjadi yang namanya kiamat, ga bisa seenaknya dikaitkan dengan tanggal-tanggal tertentu. kalau ga percaya silahkan buka Qur’an Surat Al-A’raaf ayat 187

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

3 years ago…!

Waktu di laptop sudah menunjukkan pukul 00.40. Huuuf… tugas mata kuliah Dasar-dasar Pemrograman(DASPRO) pun sudah selesai dikerjakan. Entahlah lagi pengen jadi deadliner (walau biasanya juga emang deadliner). Ga nyangka aja sih dalam tempo 3 jam kurang gw bisa menuntaskan pembuatan program yang sebelumnya dikerjain sama partner gw (Firman).  Baru menyadari ternyata algoritma itu banyak gunanya… biasanya jarang banget bikin program didahuli dengan pembuatan algoritma. Walaupun masih jauh dari sempurna tapi setidaknya tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. Walau program sederhana, hanya mencari nilai fungsi yang bernilai nol, tapi setidaknya gw merasa bangga saat programnya dapat berlari (running).

Maksud dari tulisan ini sebetulnya bukan hendak membahas DASPRO. Biarlah Pa Supri yang membahasnya dalam waktu 8 jam lagi. Tapi gw mendadak teringat peristiwa 3 tahun yang lalu. Saat gw masih duduk di kelas XII SMA. Sebuah peristiwa yang turut mengubah jalan hidup gw termasuk cara pandang gw dalam menjalani kehidupan ini.

Bila dilihat pada waktu yang sama 3 tahun yang lalu, gw saat ini sedang duduk. Entah itu duduk ngelamun, baca, nonton, makan, atau tertidur. Yah kira-kira pukul 1 pagi WIB gw baru saja berangkat dari Singapura sekitar tiga jam yang lalu. Saat itu pesawat mungkin tepat berada di atas samudra Hindia yang terbentang luas di bumi yang indah ini. Sebuah perjalanan kecil bila dibandingkan dengan kehidupan selama ini. Kecil tapi bermakna sangat dalam. Read the rest of this entry »