Kentang yang Paling Dingin

Ada sebuah pertanyaan klasik :

Kentang apa yang paling dingin?

Jawab : Kentangkubang Perahu, malem-malem, hujan-hujan, naek motor, ga pake baju…

Yup.. saya hampir saja mengalami kejadian serupa tapi masih pake baju kok (haha). Tepat setahun yang lalu setelah para laskar Tangkuban mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu dengan berjalan kaki dari Jayagiri yang dibumbui dengan kejadian nyasar sekitar 7 jam, maka saya dengan bangga kembali ke gunung tersebut dengan naek motor (rock)

Kali ini saya tidak bersama teman-teman yang dahulu turut nyasar di gunung Tangkuban Perahu, tapi bersama teman-teman dari divisi Protek (Keprofesian dan Teknologi) HIMAFI ITB. Total yang turut mengikuti acara ini ada 10 orang termasuk saya, dua orang non protek tapi ga masalah yang penting jalan-jalannya.

Perjalanan pergi bisa dibilang berjalan biasa saja tidak ada dinamika yang terjadi karena kita semua naik motor. Kejadian yang cukup memprihatinkan adalah saat salah satu ban motor teman saya bocor. Kita semua sampai di kawah sekitar pukul 11 siang setelah pukul 10 kita berangkat bersama dari ITB.

Sudah menjadi tradisi bahwa kegiatan foto-foto selalu dilakukan di sini apabila kita mengunjungi Tangkuban Perahu.

Show Spoiler »

1

foto Protek goes to Tangkuban

2

coba suatu saat kita bisa turun ke kawah

Kegiatan awal sih standar aja, sholat dzuhur, kemudian foto-foto, makan siang di bibir kawan, foto-foto lagi, jalan, dan lagi-lagi foto-foto.

Show Spoiler »

3
makan siang di pinggir kawah

Yang cukup membedakan kegiatan kunjungan ke Tangkuban Perahu kali ini adalah, saya sempat berkunjung ke Kawah Domas. Sedangkan tahun lalu urung dilaksanakan karena sudah terlalu sore.

Perjalanan ke kawah Domas sebenarnya tidak terlalu jauh dari Kawah Ratu, konon hanya 1,2 Km saja. Tetapi medannya cukup berat berupa jalan menembus hutan, dengan anak tangga menurun dan cenderung jaraknya tinggi yang membuat medan perjalanan semakin sulit.

Tetapi perjalanan kami semua terbalaskan setelah sampai di sana. Kegiatan di kawah Domas antara lain merebus telur dan berendam kaki. Konon katanya baik untuk kesehatan.

Show Spoiler »

5
berfoto di atas asap
6
merebus telur
Nah justru tantangan pada saat kembali dari kawah Domas menuju kawah Ratu. Medan perjalanan berupa tanjakan dan diselingi hujan lebat. Lima kali kami semua berteduh di check point untuk menunggu hujan sambil menghabiskan konsumsi yang dibawa. Jarak 1,2 Km pun ditempuh hampir 2 jam lebih.

Selepas kami sampai di kawah Domas, hujan masih terus tumpah ke bumi. Setelah ditunggu hujan belum menunjukkan akan pensiun di hari itu, maka dengan terpaksa daripada kemalaman di atas gunung kami pun memutuskan untuk pulang. lagi ke Bandung.

Kesimpulannya saya akhirnya merasakan menjadi kentang yang paling dingin (idiot) .

Akankah tahun depan saya kembali ke Tangkuban Perahu? Karena masih ada satu kawah lagi yang belum saya kunjungi yaitu kawah Upas…

  • Share/Bookmark

Kisah di Akhir Mei

Walau sudah berlalu hampir 5 hari, nampaknya acara DP2Q (Dauroh Pembinaan Pejuang Qur’an) masih tetap membekas di hati. Entahlah, bukan dari segi materi ustdadz yang membekas, tapi banyak sekali ‘behind the scene’ yang bisa dijadikan kenangan indah di suatu hari nanti.

Cerita ini bermula selepas menjadi AM (Anggota Muda) Majelis Ta’lim Salman ITB, saya menjadi salah satu pengurus. Karena DP2Q ini biasanya dipegang oleh angkatan kedua termuda alias 2008 padahal ngakunya sih bukan unit kampus dan bla-bla-bla lainnya. Seharusnya tidak ada diskriminasi angkatan untuk menjadi panitia inti, karena ada jugak anak ITB 2007 yang seharusnya turut jadi panitia inti karena mereka juga AM seangkatan dengan saya. Sudahlah, apa yag terjadi tetaplah terjadi, saya tidak pernah bisa mengubah sistem kaderisasi yang cenderung feodal baik di ITB atau Mata’ (tapi kesempatan itu masih ada boii  :-D   ) .

Ketika DP2Q yang jilid satu saya sempat menjadi panitia inti alias tim acara tapi berhubung males nulis di blog, makanya langsung loncat aja ke DP2Q yang kedua.

Di DP2Q jilid kedua ini saya pada awalnya tidak terdaftar sama sekali dalam kepanitiaan (evilsmirk) . Tapi karena kebodohan pengakuan saya dengan setengah menyindir di milis pengurus bahwa saya tidak terdaftar, saya pun ditarik dalam kepanitiaan sebagai supplier alias seksi logistik dan transportasi (meliputi akomodasi juga). Saya selama ini selalu merasa berhutang budi terhadap Mata’ makanya sulit menolak bila diajak jadi panitia atau sekedar bantu2, berbeda kalau yang ngajaknya unit sebelah (ninja) (haha) .

Acara DP2Q kedua ini diadakan di daerah cukup terpencil dari pusat peradaban. Yaitu di Cijanggel Parongpong, di villanya milik Aa’ Gym. Menurut saya pemilihan tempat ini sangat ideal, karena bisa mengisolasi peserta yang ‘lemah’ dari keinginan untuk pulang pergi atau panitia ‘penggembira’ yang kadang2 suka males-malesan (sorry bahasanya aga sarkas dikit).  Dan yang paling menjual dari tenpat ini adalah pemandangannya yang indah dan udaranya yang sejuk cenderung dingin, bener-bener cocok banget untuk dijadikan tempat dauroh (drinking) .

Hari pertama dimulai pada hari Sabtu 29 Mei 2010, bertepatan dengan bulan purnama. Kejadian yang cukup seru adalah keberangkatan yang cukup on time mengingat yang bikin lama sebenarnya adalah panitianya bukan peserta (idiot) . Dan kejadian makan siang. Bisa dibilang hampir terjadi perang dingin antara panitia ikhwan dan akhwat seksi konsumsi. Si ikhwannya merasa kurang puas terhadap makan siang yang disediakan. Padahal kalau saya mah cuma bilang, nasinya aga keras tapi no problem lah, kalau dah laper mah apa aja disikat. Tapi untung perang dingin berhasil diredam, dan tidak ada kejadian ikhwan masak sendiri :-D .

Hari pertama walau koordinasi masih kacau, tetapi bisa dibilang cukup sukses. Cukup sukses walaupun satu orang ustadz berhalangan hadir karena telat dijemput dan materi terakhir baru dimulai pukul 21.30 alias terlampau malam. Kami panitia pun urung mengevaluasi peserta dengan keras (baca: marah-marah) karena memang panitia juga belum bekerja maksimal. Sebelum mengevaluasi orang lain, evaluasi dahulu diri sendiri. Sebuah keputusan yang bijak menurut saya (cozy) . Satu hal lagi yang cukup penting yaitu brownies buat ustadz masih sisa satu bungkus, bisa jadi harta rampasan perang yang lumayan buat disantap di akhir acara (yahoo) .

Selepas materi terakhir peserta disuruh beristirahat. Sesampai di base panitia, entah siapa yang mulai, tapi tampaknya salah seorang MPOPS (semacam badan pengawas di Mata’;) mengusulkan sebuah teknik membangunkan para peserta yang baik sehingga flow acara masih dapat terjaga tinggi. Waktu tidur saya pun berkurang sedikit, tapi saya masih tetap menghibur diri, karena masih ada waktu yang ‘kira-kira’ kosong buat curi-curi tidur (kikiki) .

Peserta dibangunkan pukul 1/2 3 pagi dengan teknik yang agak kasar terkesan militer atau khas kaderisasi di ITB ya?? Dibangunkan dengan pluit dan langsung lari menuju lapangan dalam waktu 5 menit. Saya saat itu bertugas mengawasi jalan, karena jangan sampe peserta lewat short-cut yang tidak aman. Walau dalam SOP saya disuruh bertindak agak sangar, tapi karena saya baik hati makanya susah buat melakukan kepura-puraan seperti itu. (okok)

Kejadian paling konyol justru terjadi di hari kedua ini. Saya sempet kesel walau belum sampe emosian karena ga ada yang ngaku, itu aja sih. Jadi ceritanya ketika saya hendak mandi pagi, entah mengapa closet yang ada di villa bentuknya udah ga karu-karuan lagi. Closetnya pecah, mengerikan banget deh, pantes buat masuk DP di kaskus. Saat itu dicurigai bahwa pecahnya closet terjadi pada saat peserta melakukan aktivitas di villa. Tetapi walaupun sudah dipanggil semua peserta dengan baik-baik dan panitia juga sudah ditanya dengan baik-baik, masih saja tidak ada yang ngaku. Hipotesis awal mengapa si closet duduk bisa pecah seperti itu dikarenakan closet duduk tersebut didzolimi dengan jalan dijongkoki (tolong jangan dibayangkan (doh) ).

Hari kedua saya sempat menjadi juru foto lepas untuk memotret salah satu panitia (ikhwan tentunya) yang kebelet pengen di foto dengan latar belakang lampu-lampu kota di kejauhan. Sesi pemotretan yang awalnya dikira hanya sebentar ternyata memakan waktu lebih dari 30 menit.

Hari kedua  panitia mendapat rezeki makan gila-gilaan. Berhubung panitia ikhwan beberapa belum sempat makan malam dan alhamdulillah panitia konsumsinya berbaik hati menyisakan makanan (bukan dapet makanan sisa), dengan ditemani beberapa peserta yang belum makan malam juga, kami berpesta di villa. Makanannya bisa dibilang kelewat banyak baik dari nasi maupun lauknya. Udah tau banyak, mungkin karena kelaperan juga kita malah minta nambah jatah makanan, dan malah dikasih yang lebih bombastis lagi sehingga diperlukan bala bantuan untuk menghabiskan makanan. Pesta berikutnya adalah makan brownies sisa ustadz (bahasanya ga enak bgt). Walaupun sebenarnya sisa satu kotak, tapi kami tidak sempat menikmatinya berhubung satu kotak tersebut sudah didonasikan. Tapi masih ada siasa juga brownies konsumsi ustadz. Sesuai arahan seksi konsumsi ikhwan, maka kami membagi dua brownies tersebut  untuk jatah panitia ikhwan dan akhwat.

Kejadian yang paling parah terjadi di hari kedua adalah peristiwa kecelakaan motor yang menimpa panitia ikhwan. Walaupun tidak parah tapi cukup membuat luka jahitan di kaki.

Hari kedua ditutup dengan saya tidur kedinginan tanpa jaket dan selimut (lol) .

Di awal hari ketiga merupakan peristiwa yang cukup menyebalkan, karena menurut saya tidak pantas dilakukan pada DP2Q.

Show Spoiler »

Peristiwa itu adalah evaluasi oleh MPOPS. Entah mengapa justru yang banyak diserang adalah panitia dan pengurus Mata’, padahal sebenarnya acara ini untuk peserta. Masa yang dievaluasi pengurus, dan caranya juga cukup feodal khas kaderisasi di ITB dan cenderung vertikal satu arah ditambah bumbu-bumbu beo (ITB banget deh pokonya (bangun!) ). Tidak pantas walaupun tujuannya baik. Ingat, tujuan yang baik dilakukan dengan cara yang jelek tetep aja jelek, contohnya merampok demi menolong orang miskin. Di sana emosi saya sempat tersulut sedikit, tapi sudah diselesaikan dengan baik-baik (cozy) .

Hari ketiga lebih banyak diisi dengan acara outbond. Tapi sayangnya saya tidak mendapat tugas jaga pos, padahal pengen banget. Apa boleh buat tai ucing dibulat-bulat keputusannya sudah seperti itu, maka saya menerima untuk menjaga benteng agar tidak diserang musuh.

Jadi selama yang lainnya ikutan outbond saya menghabiskan waktu dengan berbelanja bahan makanan untuk makan siang dan sisanya dihabiskan untuk mencukupi jatah tidur saya yang cuma sedikit (sare) .

Outbond kali ini konon cukup seru karena bisa terjadi dua kelompok gagal memasuki pos satu pada waktunya atau dengan kata lain tersesat. Tapi alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.

Selesai acara dauroh ini dan semua peserta pulang diikuti sang korum (koordinator umum, semacam ketua) hujan lebat pun turun. Panitia ikhwan yang naik motor semua, memilih untuk kongkow-kongkow dahulu di villa toh penjaga villanya ga keberatan. Kongkow sambil menikmati secangkir kopi hangat disertai lawakan, obrolan kosong, sampai obrolan cukup berat, disertai udara dingin yang berkecamuk di luar sana. Selepas maghrib kami semua pun bertolak dari lokasi dauroh menuju rumah panitia yang mengalami kecelakaan dan ditutup dengan makan malam bersama di rumah salah seorang pantia.

Alhamdulillah DP2Q ini selesai dan bisa dibilang sukses walaupun sempat digoyang isu kenetralan Mata’.

Show Spoiler »

Sampai kapanpun Mata harus tetap netral, bagaimana mau mencapai tujuan Mata’ yaitu sebagai mahad kampus dan meyebarkan fikrah Islam yang syummul dan shahih apabila dalam keberjalanannya ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu entah dengan tujuan apapun.

  • Share/Bookmark

Melawan Rasa Takut

Just in my humble opinion

Setiap manusia pasti memiliki rasa takut. Menjadi sebuah sifat dasar manusia untuk memiliki rasa takut.

Takut akan banyak hal. Bisa takut ketinggian, takut naik pesawat terbang, takut tidur sendirian, takut mati, takut cicak, takut hantu, atau takut-takut yang lainnya.

Tak bisa dipungkiri saya pun memiliki rasa takut juga.

Bahkan seorang Bruce Wayne, si karakter Batman, pun memiliki rasa takut. Rasa takut terhadap kelelawar.

Rasa takut itu bukan lah sebagai pengahalang.

Dengan melawan rasa takut kita bisa lebih berkembang dan menjadi orang yang luar biasa.

Lawanlah rasa takut itu, karena rasa takutlah yang menjadi penghambat kita dalam berprestasi.

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Diklat Danlap

Sebelumnya saya menegaskan dahulu bahwa saya tidak mendaftar jadi danlap alias komandan lapangan untuk OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) ITB 2010.

Kisah ini bermula saat hari Jum’at yang lalu selepas ujian kedua Termodinamika. Kebetulan saya masih aja nangkring di Himpunan ketika hari sudah berganti malam. Saya tegaskan bukan karena saya lagi lapuk selepas ujian, hanya mencoba menunggu teman untuk mengerjakan tugas tambahan. Tapi sayangnya ternyata tugas tambahannya gagal dikerjakan karena sudah molor deadline (idiot)

Kemudian di luar himpunan (saat itu posisi saya sedang berada di dalam sekre) tampak terjadi diskusi menarik dan cukup menegangkan, semacam konspirasi gtu (thinking) . Akhirnya saya dekati mereka, eh malahan ditawarin jadi ‘tim sukses’ calon danlap OSKM. Karena lagi ga ada kerjaan, ga ada salahnya membantu teman sejurusan untuk mengharumkan nama Fisika dan HIMAFI di kancah OSKM. Walaupun sebelumnya saya juga sempat diminta untuk jadi ‘tim sukses’ dadakan salah seorang calon lain. Singkat kata akhirnya lengkap sudah tim sukses berjumlah empat orang sesuai kuota yang diminta panitia.

Pukul 8 kami semua sudah bersiaga di depan jam gadang ITB menunggu divonis diberi tugas oleh pendiklat. Ternyata lokasi dipindahkan ke selasar double helix di labtek biru. Kami pun bersegera menuju ke sana. Singkat cerita calon danlap diberi tugas rahasia dan kami disuruh menunggu (yoyo) .

Malam pun semakin larut, jam menunjukkan pukul 8 lebih sedikit (annoyed)

Tak lama sekitar sepuluh menit berlalu akhirnya ca danlap selesai diberi tugas. Tugasnya luar biasa parah (kikiki) . Dan akhirnya saya mengerti mengapa para calon danlap disuruh untuk membawa pasukan. Karena tugas yang bakal ditempuh memang membutuhkan bantuan tenaga dari orang lain. Tahukan kalian tugas yang harus dikerjakan seperti apa?

Ternyata tugasnya adalah, “bersihkan WC, pilih WC di sebuah SD atau di pasar(ninja) (woot)

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Ngetes Emot Baru (yahoo)

(girlkiss) (rofl) Hahaha… setelah sekian lama mencari akhirnya saya bisa nambah emoticon baru di wordpress (dance)

Setelah sebelumnya menggunakan emoticon dari kaskus :cendol

sekarang saya merambah menambah emoticon dari plurk (russian) .

Ditambah beberapa emoticon semacam baby soldier (jalan) yang hobi (aloha)

yoyo si monyet yang keknya seneng nge (game) sehingga si rabbit yang gila ini sampe pusing belajar (study)

(kikiki) si rabbit emang yahud lah emotnya (banana_cool)

oke saatnya (sare) karena besok harus (studyhard)

(bye) bubye…

(geol)

  • Share/Bookmark

Pembodohan Peter!

Saya sedang iseng-iseng aja tidak ada kerjaan akhir-akhir ini. Tidak ada kerjaan dalam arti sebenarnya karena memang saya belum bekerja. Kalau kuliah atau belajar itu tidak dihitung :siul

Kemudian pikiran ini melayang ke mana-mana, mulai dari hal yang baik ke hal yang ga baik sesuatu yang bermanfaat. Entah menagapa saya jadi terpikir peristiwa yang sudah berlalu setahun yang lalu (bahkan lebih). Saat itu kami masih berstatus newbie di ITB alias masih TPB. Bagusnya di TPB itu ada mata kuliah pengenalan teknologi informasi. Nah salah satu tugasnya adalah membuat poster.

Dikisahkan nampaknya bocah-bocah TPB ini mulai bosan dengan aktivitas membuat poster. Lalu salah satu oknum, sebut saja oknum Az membawa membawa modem (im2), sehingga kami semua bisa melepas bosan sekaligus mencari materi untuk ditaruh di dalam poster. Dari oknum Az inilah gw dan salah satu oknum lainnya sebut saja Ab seolah-olah dikerjai. Oknum Az menyarankan untuk membuka http://peteranswers.com, dan dari sanalah cerita ini bermulai.

Menurut penuturan oknum Az tersebut, website tersebut dapat menjawab segala macam pertanyaan yang kita tanyakan, asalkan kita yakin bahwa si peter itu emang sakti mandraguna bisa menjawab segala pertanyaan :army:. Dan mulailah oknum Az itu mendemontrasikan aksinya di laptop dia. Dan memang amazing… wew… :cendol , segala yang dia tanyakan bisa dijawab oleh si ‘busuk’ peter itu. Mulailah saya di sini berpikiran maca-macam, wah bisa menjurus ke arah sirik nih… dosa besaaar!!!

Karena penasaran saya pun mencoba melakukan beberapa pertanyaan. Oh ya sebelum kita bertanya kita harus menulis sebuah petisi dulu buat si peter ini. Isinya bisa, “Peter, please answer:” atau yang agak panjangan “Peter, please answer the following question:”. Barulah kita memulai pertanyaan kita. Dan hasilnya secara luar biasa si peter itu tidak bisa menjawab pertanyaan gw. Kata oknum Az gw harus lebih yakin lagi dalam menuliskan pertanyaan dan kita harus memikirkan jawaban tersebut agar si peter bisa tahu. Tapi selalu saja gagal…

berikut contoh pertanyaan yang gagal dijawab si peter kalau kita ‘ga yakin’

pet_wrong

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Assistente…

Sono assistente di Pribadi…

Keknya kata-kata itu hampir 3 tahun lebih tidak pernah terdengar lagi. Lupakanlah masa-masa indah dan kelam itu mari kita tatap ke depan… :mrgreen:

Yeaah… alhamdulillah tugas menjadi asisten lab dan menjadi praktikan di semester ini sudah berakhir *saatnya berpesta*.. Gw mengakhiri menjadi asisten lab dengan selesainya memeriksa laporan bocah-bocah TPB FTSL shift 211 kelompok I. Tapi tugas menjadi asisten yang lain masih banyak, yaitu asisten grader dan tutorial FI1201 kelas 09 FITB. Masih harus nutor sekitar 2x pertemuan lagi, ngawas kuis sekali, sama meriksa PR dan kuis.

Yah setidaknya beban menjadi asisten sudah mulai berkurang dan bisa mulai fokus mengerjakan hal yang lain (selain belajar tentunya).

Mari kita bahas mengenai asisten praktikum PTI dulu…

Bisa dibilang asisten PTI itu asistensi yang paling melelahkan walaupun meriksa laporannya lebih gampang. Cukup menyebalkan kalau soal gaji, karena menurut gw gajinya terlalu kecil untuk effort yang kita keluarkan.

Secara umum menjadi asisten PTI itu menyenangkan karena gw merasa feel dan passion-nya ada di gw. Dari 5 kali asistensi dengan 5 modul yg berbeda gw paling males itu yang modul 5  mengenai sub program. Alasannya gw sendiri masih jarang kalau coding-codingan pake sub program, dan materinya susah banget diterima sama praktikannya. Butuh effort yang lebih untuk membuat si praktikan mengerjakan soal dengan baik dan benar.

Yang menyebalkan itu adalah faktor gaji yang cuma dibayar Rp 30.000,00 sekali shift dan itu blom dipotong pajak 6%.. jadi dapetnya lebih kecil lagi. :devil: Kemudian praktikan sering kali melakukan kesalahan konyol… Mengoreksi program yang orang lain buat itu lebih sulit daripada kalau kita mengoreksi punya kita sendiri. Karena alur programnya bisa jadi berbeda. Dan kesalahan yang sering banget terjadi adalah kesalahan teknis. Contoh real-nya:

  • Kurang titik koma (;) di akhir baris
  • Kelebihan kurung kurawa atau kekurangan kurung kurawa ({})
  • Lupa deklarasi variabel
  • masih bingung kapan pake ‘=’ atau ‘==’
  • dll…

Dan mereka tuh males banget buat nyari kesalahannya. Jadi dikit-dikit manggil asisten, sehingga hidup si asisten menjadi tidak tenang. Bayangin aja, biasanya gw cuma berdua untuk sekitar 30 orang… Jadi harga kepala per-orangnya ga nyampe 5000… murah sekali..!!! Dan mau tidak mau malahan secara tidak langsung kita yg meng-coding, si praktikan cuma manggut-manggut ngetik apa yang kita omongin.

Hal yang paling menyebalkan adalah, untuk mendapat sertifikat jadi asisten kita harus 2 semester menjadi asisten, sehingga bisa dipastikan gw harus ngelamar lagi semester depan kalau mau dapat sertifikat. Walaupun demikian, gw sih enjoy aja ngejalaninnya, soalnya emang gw suka sih.. mau apa lagi.. ditambah ada insentif yang cukup meenarik seperti minuman dingin gratis dan keknya ada makan-makan pas pembagian honor sekaligus eval!!! Yeaaah.. I lovin’ it :D

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Movie List Final-Aprile Edition

Akhirnya movie list yang paling update dari awal sampai bulan April 2010 ini berhasil dirilis juga. Hell yeah.. :beer:

Hmm.. yang paling menarik adalah tidak selamanya film India itu jelek. Mungkin mindset gw harus diubah dikit, soalnya dulu gw paling males kalau di TV udah muterin film India. Udah di dubbing dialognya jadi kaku, terus banyak adegan-adegan joget-jogetnya. :mahongintip:

Tapi semenjak nonton film Slumdog Millionaire, walau ga India banget, ternyata film India ada juga yang keren. Nah apalagi semenjak gw nonton 3 Idiots rasanya selera film gw semakin berubah orientasinya.  3 Idiots salah satu film yang kalau ditonton berkali-kali gw ga bakalan bosen, kecuali kalau terus2an nonstop berhari-hari dan berminggu-minggu. Mungkin salah satu film favorit gw selain film 21…  :recsel

Kalau mau agak berlebihan dikit, bisa dibilang 3 Idiots merupakan film wajib yang harus ditonton sama mahasiswa ITB. Inti pesannya simple banget deh, kita kuliah itu untuk nyari ilmu bukan hanya sekedar mencari nilai. Dan settingnya juga lumayan mirip dengan ITB, bisa ICE bisa dibilang ITB-nya sana lah, melepas kemungkinan kalau hanya sebuah kampus fiktif.

Walaupun genrenya komedi, tapi di satu sisi film ini bisa membuat kita serius bahkan nangis bombai tersedu-sedu sampai ketawa ngakak . Top markotop pisan lah :peluk , atau laik dis banget :thumbup: Tapi tak bisa dipungkiri kalau adegan joget-joget memang ciri khas film India yang tidak akan pernah bisa dihapuskan, pokonya adegan wajib lah!

Sound tracknya pun bisa dibilang enak untuk didengar, easy listening lah. Ada 3 lagu yang menurut gw bagus, Jaane Nangin Denge, Aal Izz Well, dan Give Me Some Sunshine .  Rating versi gw adalah 9.5/10… Film Hurt Locker pun menurut gw jadi ga ada apa-apanya setelah nonton film ini.

Dan satu lagi, semenjak gw nonton drama Korea Queen Seon Duk pun, akhirnya gw harus mengakui kalau film dari Asia Timur Raya pun banyak yang patut ditonton semacam Dragonzakura. Sebagai bocoran ternyata film Jepang Samurai High School juga seru apabila dilewatkan…

Pokonya Aal Izz Well

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark