Ñ-Blu Blog

Shout This Box





Berpikir Kreatif PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 21 January 2009 08:13

Sistem pengajaran formal di sekolah atau di perguruan tinggi cenderung melatih daya pikir analitis. Mahasiswa dituntut untuk menyusun argumen yang logis, mencari jawaban, mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah, dan fokus pada jawaban yang benar. Akan tetapi efek sampingnya mahasiswa menjadi tidak terbiasa untuk berpikir kreatif, yakni berani mencoba gagasan baru dan mencari alternatif jawaban. Bukan sekedar fokus pada satu jawaban yang diyakini benar. Kemampuan berpikir analitis dan kreatif adalah dua hal yang diperlukan untuk menjadi sukses dalam dunia kerja/usaha.

Menjadi kreatif bukan berarti Anda harus menemukan peralatan ajaib. Berpikir kreatif adalah proses penciptaan jalan keluar dari suatu masalah. Jalan keluar tersebut dalam berupa sesuatu yang merupakan sesuatu yang benar-benar baru, atau sekedar dari yang telah ada.

Untuk memperjelas beda pemecahan masalah secara kreatif dengan pemecahan masalah secara biasa, bisa kita tinjau contoh berikut.

Seekor burung masuk ke dalam sebuah jendela yang terbuka lebar memasuki sebuah ruangan rapat. Burung tersebut terbang ke sana ke mari dan mengganggu peserta rapat. Mereka lantas berusaha menghalau burung tersebut keluar ruangan dengan menakut-nakutinya. Namun cara tersebut gagal. Mereka kemudian mencoba menangkap burung itu agar dapat melepaskannya keluar. Tetapi mereka tidak dapat menangkapnya. Akhirnya mereka menemukan sebuahg cara yang brilian dan efektif juga kreatif. Mereka menutup semua tirai yang ada, kecuali pada satu jendela. Satu jendela itu mereka buka lebar-lebar, lalu lampu ruangan dimatikan. Dengan dipandu oleh satu sumber cahaya dalam ruangan yang gelap, burung itu akhirnya terbang keluar dari jendela yang terbuka. Burung siapakah itu?

Sekarang terlihat jelas bukan, beda permasalahan yang diselesaikan secara kreatif dengan secara konvensional.

 

Metode Berpikir Kreatif

Ada sejumlah metode yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah secara kreatif.

  • ·         Evolusi. Melalui metode ini, ide diperbaiki sedikit demi sedikit. Perbaikan itu dapat dilakukan berulang kali. Ide tersebut dapat merupakan perbaikan dari yang telah ada., gabungan sejumlah ide atau bahkan ide baru sama sekali. Dengan perbaikan sedikit demi sedikit, sering kali diperoleh hasil yang jauh berbeda dengan hasil sebelumnya. Contoh nyatanya adalah pada teknologi telepon genggam. Bila diperhatikan, beda antara tipe yang baru dengan sebelumnya kadang tidak jauh berbeda.
  • ·         Sintesa. Dengan metode ini, dua atau lebih ide dikombinasikan menjadi sebuah ide baru. Contohnya, telepon genggam yang dilengkapi kamera.
  • ·         Revolusi. Metode revolusi mengajak kita untuk mengungkapkan ide yang sama sekali abru. Misalnya, beberapa ratus tahun yang lalu, manusia belum terbayang untuk menggunakan matahasri sebagai sumber energi. Namun saat ini, telah diciptakan pembangkit listrik tenaga matahari.
  • ·         Reaplikasi. Melihat sesuatu yang sudah ada, dengan sudut pandang yang baru. Hindari berpikir bahwa sesuatu hanya dapat dipakai sesuai kegunaannya. Misalnya KTM (kartu tanda mahasiswa) bukan hanya sekedar dapat dipakai sebagai identitas atau sebagai kartu ATM, tapi bisa juga dipakai untuk membelah keju (?).
  • ·         Ubah cara pandang (Insight). Fokuslah untuk menyelesaikan inti permasalahan yang ada, dan jangan terpusat pada kebiasaan lama dalam menyelesaikan sesuatu. Contohnya, bagaimana agar perkuliahan tidak terlalu membosankan? Materi perkuliahan tidak harus disampaikan semua oleh dosen. Bisa saja dosen meminta tiap mahasiswa untuk mempelajari bagian tertentu dan mempresentasikannya pada rekan-rekan mahasiswa. Dosen hanya perlu mengawasi, memperbaiki, dan menambahkan jika perlu (tentu sangat perlu lah...).

 

Dikutip dari : “Sukses dengan Soft Skills”, Direktorat Pendidikan Institut Teknologi Bandung.
Last Updated ( Wednesday, 21 January 2009 08:51 )
 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List=
[*]
URL
Name *
Email (For verification & Replies)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Working....
Finished
Failed